Page 6 - SILSILAH BANI SYUHADA
P. 6

LATAR BELAKANG IDE PENULISAN SILSILAH

                                         DAN PELUNCURANNYA DI WEBSITE


                          Segala puja dan puji syukur adalah milik Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
                 Penyayang dan shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Besar
                 Muhammad Shallallahu  Alaihi wa Sallam, semoga beliau senantiasa diberi tempat yang mulia
                 oleh Allah di sisiNya.

                          Hanya atas rachmat dan ridhaNya  pula kami mendapat kesempatan untuk
                 menyampaikan tentang apa, mengapa dan bagaimana kami terinspirasi untuk menulis buku
                 silsilah keluarga Besar Bani Syuhada serta menayangkannya di situs jaringan (website}
                 internet.

                          Pertama kali penulis menghadiri pertemuan keluarga besar Bani Syuhada adalah di
                 sebuah taman terbuka TMII di Jakarta sekitar tahun 1994 atau 1995. Pertemuan itu dihadiri
                 oleh berbagai keluarga keturunan Bani Syuhada yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.
                 Yang hadir pada waktu itu sebanyak 60 sampai 70 orang termasuk anak-anak. Pertemuan itu
                 cukup mengesankan karena pada saat itu cuaca cerah, banyak pepohonan yang teduh untuk
                 berlindung dari sengatan sinar matahari, angin bertiup sedang-sedang saja dan juga ada acara
                 untuk anak-anak. Pemandangan di sini sudah barang tentu indah karena di sinilah tempat orang
                 berekreasi.

                          Kami para peserta yang hadir saling bersalam-salaman, bertegur sapa, ngobrol
                 tentang ini, tentang itu dan tentang apa saja terutama tentang kesehatan dan keselamatan
                 keluarga masing-masing. Dari keseluruhan yang hadir kami hanya kenal atau pernah bertemu
                 dengan beberapa orang saja dan kepada yang belum kenal kami menyalami dan
                 memperkenalkan diri kepada mereka atau bahkan mereka memperkenalkan diri kepada kami.
                 Selanjutnya setelah masing-masing berkenalan barulah disadari bahwa kami kenal dan pernah
                 bertemu dengan orang tua mereka di kampung atau bahkan orang tua mereka pernah
                 berkunjung ke rumah kami. Terkadang kami hanya kenal nama saja dan belum pernah bertemu
                 orang tua mereka karena cerita dari orang tua kami yang telah menghadap Illahi. Selain itu ada
                 yang tidak kami sadari bahwa ada seorang bapak berusia 65-an yang rasanya kami belum
                 pernah bertemu tetapi beliau tahu banyak tentang kami dan dan almarhum orang tua kami.

                          Setelah masuk waktu dzuhur para peserta  melaksanakan sholat dzuhur berjamaah
                 bergantian. Karena jauh dan atas pertimbangan waktu tempuh dari masjid atau mushola, maka
                 dipilih tempat di area taman di mana tidak  banyak orang berlalu lalang. Sholat berjamaah
                 bergantian dilaksanakan karena terbatasnya  mukenah atau rukuh dan sajadah yang dibawa.
                 Walaupun demikian rasa syukur atas terlaksananya kewajiban rukun islam yang kedua tersirat
                 pada wajah para peserta dapat menuaikannya dengan baik.

                          Pada acara makan siang, kami terkesan dengan keberagaman makanan dan minuman
                 yang dibawa oleh masing-masing keluarga. Makanan tersebut dikumpulkan dan dimakan
                 bersama sambil terus saling berbincang-bincang. Ada makanan tradisional Jawa Tengah, getuk
                 dan cemplon dari singkong, jenang (dodol), grontol (biji jagung rebus), pisang rebus, kacang
                 rebus dan lain sebagainya. Hal ini menumbuhkan nuansa nostalgia yang mengigatkan kita para
                 peserta pada masa kanak-kanak di kampung halaman di Jawa Tengah khususnya di daerah
                 Banjarnegara dan sekitarnya di mana nenek moyang keluarga besar Bani Syuhada berasal.

                          Penulis melihat bahwa dari pertemuan semacam ini terbentuklah perkenalan dan
                 keakraban yang terjalin satu sama lain diantara para peserta dan hadirin. Keakraban yang
                 terjalin antara anggota keluarga besar Bani Syuhada yang berada di Jakarta dan sekitarnya dan
                 yang berada di Jawa Tengah  atau di manapun berada hendaknya dapat terpelihara dan
                 ditingkatkan sehingga tercapailah tujuan Forum Komunikasi dan Silaturrahim Bani Syuhada
                 ini.




                                                                                                           v
   www.BaniSyuhada.info
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11